11 February 2017

Pengangkatan Guru Kontrak Pasaman dari D1,DII, DIII dan S1. Bukankah Guru Harus Minimal S1 ?

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dibawah Pemerintah kabupaten pasaman, Tahun ini mengangkat guru kontrak untuk memenuhi kekunrangan guru yang tersebar diseluruh pasaman. Namun ada keanggalan yang membuat tampaknya ketimpangan dalam seleksi pengangkatan guru kontrak ini, ketimpangan itu dilihat dari pendidikan terakhir guru dari guru yang diterma sebagai guru kontrak tahun 2017.

Bukankah guru sekarang ini harus pendidikan minimal S1, kita lihat sejak TK, SD, SMP, SMA guru harus S1. Sudah S1 bisakah mengajar ?, Jawabannya bisa, tapi sesuaikah dengan kompetensi bidangnya. Sekarang yang dituntut adalah prefesionalitas. Guru adalah pendidik, yang akan mendidik generasi muda yang melanjutkan bangsa, melanjutkan pasaman, Kalau guru tidak kompeten PASAMAN TIDAK AKAN MAJU.

Dilihat dari respon masyarakat, saya kutip dari sebuah kiriman facebook masyarakat yang menyampaikan pesan kepada Bapak Bupati/wakil Bupati Pasaman. Berikut kuitpannya

Kepada YTH:
Bapak Bupati/Wakil Bupati Pasaman
Di.
Rumah Bagonjong Eksekutif
Assalamu’alaikum…
Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan memberi petunjuk dalam setiap perjalanan pemerintahan Bapak dan semoga seluruh rakyat Pasaman dapat mencapai kehidupan yang sejahtera agamis dan berbudaya, seperti misi yang Bapak tuliskan di halaman depan kantor Bupati Pasaman.

Bapak yang terhormat,
Kemarin aku melihat postingan dari seorang teman di FB, yang mengunggah foto tentang tenaga guru kontrak tahun 2017 untuk kecamatan Panti yang telah di tandatangi oleh kepada dinas Bapak. Ma’af Bapak perutku serasa geli bercampur marah melihat nama-nama yang tertulis disana. Dalam hatiku berfikir , gimana ya, cara dinas menyeleksi nama-nama di atas kok bisa lulus ?...................

Bapak yang terhormat,
Pasti Bapak bertanya, dimana gelinya/lucunya…………?
Lucu gak pak? Apakah Kabupaten Pasaman tidak memiliki cukup lulusan yang tepat sehingga ada beberapa orang yang spesifikasinya ga matching sama posisi. Contohnya S1-Pendidikan Agama Islam jadi guru kelas, D1-Komputer jadi guru kelas, S1-Matematika Jadi guru kelas, S1-IPS jadi guru kelas. Ditambah lagi pertanyaan saya apakah tamatan S1 tidak ada di Pasaman sehingga dengan terpaksa harus memposisikan D2 atau D3 atau D1 sebagai guru kelas, sementara S1 banyak yang secara jelas tercatat sebagai tenaga honorer aktif untuk sa’at ini.

Kemudian Bapak pasti bertanya Kok Marah ……………?
Gini lho Pak, dari nama-nama yang saya ada beberapa orang yang relatif baru tercatat sebagai tenaga honorer, sementara begitu banyak tenaga honorer di luar sana yang notabenenya warga pasaman asli ( ma’af sekali lagi warga pasaman asli ) yang masa baktinya jauh lebih lama, kok tidak masuk ya Bapak…..?.

Apa karena mereka yang tidak lolos tidak berkualitas…………..?
Ha….ha… ini yang membuat perut saya makin geli…? Dari hasil penelusuran saya ,nilai dari TES UKG ( Ujian Kompetensi Guru ) mereka tidak begitu luar biasa di bandingkan dengan yang tidak lulus bahkan ada yang justru lebih rendah… he…he… :):):).

Jadi Bapak yang terhormat…?
Dalam hati saya kembali bertanya… lantas apa alasannya dan standar yang dipakai oleh Dinas Pendidikan untuk meluluskan nama-nama diatas…………………? Entahlah, mungkin hanya tuhan dan beliau-beliaulah yang tahu atau mungkin kita perlu bertanya pada rumput yang bergoyang… :):):)
Bapak yang terhormat,…………?
Saya adalah warga pasaman, dan saya bukanlah seorang tenaga honorer, akan tetapi saya merasa miris terhadap sebagian saudara /I saya yang sa’at ini masih tercatat sebagai guru honorer yang telah berkorban sekian lama untuk pendidikan pasaman. Yang bahkan hanya di beri uang penghargaan Rp. 300.000 / bulan. Sekarang justru harus menghadapi kenyataan pahit ternyata namanya tidak masuk dalam kategori kontrak daerah. Yang mungkin peristiwa ini akan menjadi preseden buruk terhadap masa pemerintahan Bapak.
Bapak yang terhormat………………?
Ingatlah akan amanah yang Bapak pegang, apa yang Bapak nikmati sekarang adalah hasil keringat dan peluh seluruh masyarakat Pasaman. Dan seluruh warga Pasaman bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan, tidak ada warga kelas satu maupun warga kelas lainnya. Saya tidak ingin kita terjerumus pada pola pikir yang salah seperti tulisan mantan ketua KPU https://web.facebook.com/yunzar.lub…/posts/1385585771482609…. Bapak ingatlah tidak ada lagi aroma timses-timses lagi dalam pemerintahan semua sudah berakhir pada hari ketika Bapak dilantik.
Bapak yang terhormat,……………?
Ini hanyalah ungkapan tentang apa yang saya lihat dan rasakan, semoga semua elemen yang ada dalam pemerintahan Kabupaten Pasaman baik itu Eksekutif, Legislatif. Dapat memberikan kemajuan yang lebih berarti untuk Kabupaten Pasaman di masa depan.
Ma’af Bapak, saya titip pesan untuk wakil rakyat kami yang mungkin pada waktu paripurna bersua dengan Bapak “Wahai Wakil Rakyat kami menunggu gebrakanMu, akankah engkau bertanya akan hal ini atau sudah ada musyawarat cantik untuk duduk manis di kursiMU yang bernuansa opurtinis dalam rumah bagonjongMU “
Dari Rakyat PasamanMU,
Yang Tidak Berharap Banyak Pada PemerintahanMU,
NOPRI USKANA

Theme images by MichaelJay. Powered by Blogger.

Index berita

close
Like Facebook IDsalim.com untuk mendapatkan INFO terupdate