28 February 2017

PENERIMAAN CALON MAHASISWA BARU SEKOLAH TINGGI SANDI NEGARA (STSN) TAHUN ANGGARAN 2017

http://stsn-nci.ac.id
Dalam rangka memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) di Lembaga Sandi Negara, Sekolah Tinggi Sandi Negara membuka kesempatan bagi putera/puteri terbaik bangsa untuk mengikuti Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru STSN Tahun Anggaran 2017 dengan ketentuan sebagai berikut:

I. PERSYARATAN:
A. PERSYARATAN UMUM
  1. Warga Negara Indonesia (WNI);
  2. Siswa kelas XII jurusan IPA ;
  3. Nilai Matematika dan Bahasa Inggris (teori/pengetahuan) masing-masing minimal 80, pada semester IV dan V ;
  4. Usia minimal 17 tahun dan tidak melebihi dari 21 tahun pada tanggal 31 Desember 2017;
  5. Sehat jasmani dan rohani, tidak cacat fisik dan mental;
  6. Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama mengikuti pendidikan di STSN;
  7. Tidak sedang menjalani Ikatan Dinas dengan instansi lain;
  8. Bersedia mematuhi peraturan STSN dan menandatangani Surat Perjanjian Ikatan Dinas (SPID).
B. PERSYARATAN ADMINISTRASI
  1. Asli surat lamaran kepada Ketua STSN ditulis tangan dengan tinta hitam, bermaterai Rp. 6.000,-;
  2. Foto copy rapor semester IV dan V dan lembar identitas diri pada rapor yang telah dilegalisir dan ditandatangani oleh Kepala Sekolah bersangkutan;
  3. Asli surat keterangan konversi nilai rapor skala 0-100 yang telah dilegalisir dan ditandatangani oleh Kepala Sekolah bersangkutan (bila nilai rapor menggunakan skala huruf);
  4. Asli SKCK dari Kepolisian Sektor (Polsek) setempat;
  5. Asli surat pernyataan yang ditandatangani oleh pelamar dan diketahui oleh orang tua/wali yang menyatakan sanggup tidak menikah selama mengikuti pendidikan dan sanggup mengganti biaya pendidikan apabila m elanggar, bermaterai Rp. 6.000,- (contoh format disediakan panitia);
  6. Asli surat keterangan berbadan sehat dari Puskesmas;
  7. Asli surat keterangan belum pernah menikah dari Kepala Desa/Kelurahan setempat;
  8. Foto copy identitas diri berfoto seperti KTP atau SIM atau Kartu Pelajar;
  9. Foto copy KK (Kartu Keluarga);
  10. Pas foto berwarna terbaru (3 bulan terakhir) ukuran 4x6 cm sebanyak 2 lembar, berlatar belakang merah.
  11. Membayar biaya pelaksanaan seleksi TKD BKN sesuai PP no 63 tahun 2016 sebesar Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) per peserta bagi yang lulus seleksi administrasi.
II. TAHAPAN SELEKSI
Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru STSN menggunakan sistem gugur pada setiap tahap seleksi, maka hanya peserta seleksi yang lulus setiap tahap seleksi yang dapat mengikuti tahap seleksi selanjutnya.
  1. Pendaftaran Online (akan diumumkan melalui website STSN)
  2. Penerimaan Berkas melalui PO. BOX
  3. Seleksi Tahap I : Adminstrasi
  4. Daftar Ulang Pendaftaran Online
  5. Seleksi Tahap II : TKD BKN
  6. Seleksi Tahap III : Tes Akademik
  7. Seleksi Tahap IV : Tes Psikologi
  8. Seleksi Tahap V-A : Tes Tertulis CT dan MI
  9. Seleksi Tahap V-B : Wawancara
  10. Seleksi Tahap VI-A : Tes Kebugaran (samapta)
  11. Seleksi Tahap VI-B : Tes Kesehatan dan MMPI
  12. Seleksi Tahap VII : Pantukhir
  13. Daftar Ulang Calon Mahasiswa
III. LOKASI PELAKSANAAN SELEKSI
Seleksi akan dilaksanakan di Jakarta/Bogor dan Yogyakarta.


SEJARAH
Pendidikan sandi mulai diselenggarakan pada tahun 1946, bersaman dengan berdirinya organisasi sandi di Kementerian Pertahanan, yang pada saat itu dikenal dengan nama Bagian Code Kementerian Pertahanan Bagian B (Intelijen). Bentuk pendidikan sandi saat itu masih sangat sederhana dan bersifat getok tular yaitu menularkan pengetahuan kepada rekan kerja secara langsung tanpa sistem sekolah. Baru pada tahun 1947 dibentuk pendidikan sandi dengan sistem magang yaitu calon personil sandi dididik dalam praktik kerja, kemudian berkembang menjadi sistem klasikal yaitu dengan pelatihan selama beberapa bulan.
Setelah organisasi persandian ditingkatkan statusnya menjadi suatu badan/lembaga tersendiri dengan nama Djawatan sandi pada tahun 1950, sistem pendidikan sandi disempurnakan sehingga lebih sistematis dan terstruktur dengan menggunakan kurikulum dan mengikuti kaidah-kaidah pendidikan pada umumnya. Jenjang pendidikan yang dibentuk saat itu adalah pendidikan Sandiman dan Juru Sandi.
Namun, karena pendidikan Sandiman dinilai kurang bersifat analisis kriptografis, maka dibentuk pendidikan Ahli Sandi –Brevet A dan Brevet B. Meskipun demikian, pendidikan Sandiman dan Juru Sandi tetap ada dengan nama Diklat Sandiman -Ahli Sandi Tingkat II dan Juru Sandi –Ahli Sandi Tingkat I.
Pada akhir tahun 1969 dibuka pendidikan Ahli Sandi Gaya Baru yang menggunakan kurikulum gabungan Pendidikan Ahli Sandi Brevet A dan Pendidikan sandiman. Pada tahun 1973 pendidikan Ahli Sandi gaya Baru dinyatakan secara de facto sebagai Akademi sandi Negara dan lulusan pendidikan tersebut dinyatakan sebagai lulusan Akademi Sandi Negara Angkatan I. Hal tersebut dikuatkan dengan Surat Keputusan Ketua Lembaga Sandi Negara No. 078.II.4.74 tertanggal 16 Februari 1974 tentang Akademi sandi negara. Melalui upaya yang dilakukan oleh Biro Pendidikan Lembaga Sandi Negara maka tanggal 1 Juli 1975 berhasil dikeluarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0135/U/1975 tentang pengesahan Akademi Sandi Negara.
Wacana peningkatan status D-III Akademi Sandi Negara menjadi D-IV Sekolah Tinggi telah bergulir sejak tahun 1983. Namun baru dapat direalisasikan dalam program kerja Lembaga Sandi Negara pada tahun 1998 dan berkembang menjadi kelompok kerja peningkatan status Akademi Sandi Negara menjadi Sekolah Tinggi Sandi Negara.
Selanjutnya selama kurang lebih dua tahun periode 1998-2000 dilakukan penataan internal yang antara lain penggantian kurikulum Akademi Sandi Negara dengan berpedoman pada ketentuan pendidikan yang berlaku. Setelah tercapainya kesiapan kondisi internal, Lembaga Sandi Negara tahun 2000 mengajukan proposal peningkatan status Akademi Sandi Negara menjadi Sekolah Tinggi Sandi Negara kepada Menteri Pendidikan Nasional.
Setelah melalui proses penilaian dan peninjauan mengenai kelayakan sistem pendidikan, kurikulum, sarana dan prasarana, maka berdasar surat Mendiknas Nomor 19/MPN/02 tanggal 17 Januari 2002, Menteri Pendidikan Nasional menilai (D-III) Akademi Sandi Negara laik untuk ditingkatkan menjadi (D-IV) Sekolah Tinggi Sandi Negara. Sehubungan dengan penetapan pendirian perguruan tinggi kedinasan setingkat D-IV harus melalui Keputusan Presiden RI, maka proses pelembagaan dimulai sejak pengajuan usul persetujuan pendirian Sekolah tinggi Sandi Negara kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara bulan Januari 2002.
Setelah melalui pembahasan yang cukup panjang maka tanggal 17 April 2003 Keputusan Presiden RI No. 22 tahun 2003 menetapkan tentang Pendirian Sekolah Tinggi Sandi Negara. Keputusan Presiden RI ini menetapkan pula bahwa Akademi Sandi Negara diintegrasikan ke dalam Sekolah Tinggi Sandi Negara.
STSN angkatan I diselenggarakan dalam kondisi yang minimal. Secara kelembagaan pendidikan diselenggarakan oleh Unit Pelaksana Teknis Pendidikan Ahli Madya Sandi (UPT PAMS) Pusdiklat Lemsaneg RI. Beberapa peraturan masih menggunakan peraturan AKSARA dan pola pendidikan juga tidak berbeda jauh dengan AKSARA. Tahun 2003 STSN berdiri sendiri dalam organisasi terpisah dari Pusdiklat. Sebagai Konsekuensi logis dari pendirian organisasi ini, peraturan-peraturan yang dahulu masih digunakan peraturan AKSARA harus disesuaikan dengan visi, misi dan tujuan pendidikan STSN. Beberapa peraturan STSN ditetapkan dan terus menerus dievaluasi untuk meningkatkan mutu pendidikan.
STSN membuka pendidikan untuk angkatan I di tahun 2002. Pada tahun ini pendidikan akademik diselenggarakan berdasarkan kurikulum 2002. Kurikulum 2002 mengatur STSN untuk menyelenggarakan dua bidang studi, yaitu Manajemen Persandian dan Teknik Persandian. Teknik Persandian sendiri dibagi lagi menjadi 2 bidang minat yaitu Teknik Rancang Bangun dan teknik Kripto. Kurikulum 2002 merupakan penyempurnaan kurikulum Akademi Menuju Sekolah Tinggi yang diajukan sebagai naskah akademik pengajuan peningkatan status AKSARA menjadi STSN.
Perjalanan panjang STSN hingga tahun 2009 melalui tiga kali perubahan kurikulum, menyesuaikan kebutuhan pengguna dan kemajuan dunia pendidikan. Kurikulum 2002 mengalami revisi di tahun 2004, 2005 dan saat ini kurikulum yang digunakan adalah 2007.

Visi Misi
Visi STSN adalah: terdepan dalam keilmuan, pengembangan dan penerapan persandian.
Misi STSN adalah:
  1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi bidang persandian secara efektif dan efisien serta mandiri.
  2. Membentuk SDM persandian yang bermental kepribadian tangguh dan bermoral tinggi.
  3. Menyiapkan SDM persandian yang berbasis kompetensi dalam bidang manajemen persandian, rancang bangun peralatan sandi dan kripto analisis serta tanggap terhadap perubahan dan perkembangan iptek.
  4. Melakukan penelitian ilmu kriptografi dan ilmu pendukung yang berbasis open system dan berorientasi kepada penerapan sesuai kebutuhan pengguna.

Asas dan Tujuan

Asas

Pendidikan tinggi di STSN diselenggarakan dengan berpedoman pada asas :
  1. Keseimbangan secara proporsional antara pengembangan kemampuan akademik dan intelektual dengan pembentukan kepribadian/sikap perilaku.
  2. Menekankan pengajaran dengan metode praktek sebagai penerapan dan penguasaan materi.

Tujuan STSN

  1. Menyiapkan kader pemimpin persandian negara yang cakap, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta memiliki tanggung jawab untuk ikut serta menjaga terwujudnya eksistensi dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  2. Menyiapkan peserta didik yang terbuka dan tanggap terhadap perubahan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta masalah yang dihadapi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan langsung dibidang persandian.
  3. Menyiapkan peserta didik yang mampu mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dibidang persandian.

Theme images by MichaelJay. Powered by Blogger.

Index berita

close
Like Facebook IDsalim.com untuk mendapatkan INFO terupdate