22 August 2016

Mahasiswa UNP Angkatan 2013 Kembali Adakan PLK

Universitas Negeri Padang (UNP) kembali mengadakan mata kuliah Praktik Lapangan Kependidikan (PLK) bagi mahasiswa program studi pendidikan angkatan 2013. Padahal sebelumnya, pada 18 Juli lalu Unit Program Pengalaman Lapangan (UPPL) UNP melalui laman websitenya me­minta mahasiswa angkatan 2013 untuk tidak mengambil mata kuliah tersebut karena tidak ada di kurikulum Kerangka Kualifikasi Na­sional Indonesia (KKNI).

Hal itu terkesan men­da­dak karena baru disinggung saat pembekalan PLK ma­ha­siswa angkatan 2012, Selasa (9/8) lalu. Wirma, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2013, mengaku kaget dengan kebijakan itu. Menurutnya, hal itu menyebabkan rencana studi dia dan kawan-kawan berantakan.

“Saya dan kawan-kawan kecewa. Kami punya target untuk wisuda Maret (2017). Namun karena mendadak, kami tidak bisa ikut PLK semester ini. Target wisuda 3,5 tahun pun terancam ga­gal. Sementara, biaya kuliah mahal,” kata Wirma, kepada Haluan, Minggu (21/8).

Hal senada juga di­keluh­kan oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Riza Syafitri. Meski tidak mempermasalahkan adanya PLK atau tidak, pengu­mu­man yang mendadak mem­buat­nya kaget.
“Kenapa tidak diumum­kan dari jauh-jauh hari. Kan bisa dipersiapkan sebelum­nya. Setiap mahasiswa kan punya planning-nya masing-masing. Tapi bagaimana pun juga diikuti saja,” kata dia.

Kepala UPPL UNP, Mar­jo­han, mengatakan bahwa di dalam kurikulum KKNI ke­giatan PLK diadakan pada program pendidikan profesi guru (PPG). Sementara itu, tidak semua mahasiswa setel­ah lulus akan mengikuti PPG.

“Kalau mahasiswa S-1 tidak ada PLK, mahasiswa rugi. Bagaimana nasib me­reka setelah tamat? Dengan adanya PLK, meski tidak diangkat jadi pegawai negeri, setidaknya setelah tamat mereka bisa (jadi guru) honor atau mengajar les,” kata Marjohan.

Kebijakan tersebut juga menyebabkan jadwal penye­rahan mahasiswa PLK ke sekolah untuk angkatan 2012 yang menggunakan kuriku­lum lama ditunda sekitar satu hingga dua minggu. Sebe­lumnya mahasiswa tersebut dijadwalkan mulai PLK 22 Agustus 2016. Sementara itu terkait kebijakan yang ter­kesan mendadak itu, Mar­johan mengatakan hal ter­sebut merupakan instruksi dari rektor baru.

Rektor UNP, Ganefri, mengatakan bahwa per­tim­bang­an dia untuk kembali mengadakan PLK karena tidak semua mahasiswa akan bisa mengikuti PPG. Satu-satunya cara saat ini untuk mengikuti PPG adalah me­ngi­kuti SM3-T, sedangkan kuotanya terbatas. Sementara itu, ditiadakannya PLK me­ru­pakan keputusan pimpinan sebelumnya yang mem­pro­yek­sikan semua lulusan prodi pendidikan yang akan men­jadi guru mengikuti PPG.

“Di samping itu, kita akan melahirkan sarjana pendidikan. Tidak mungkin kalau sarjana pendidikan tidak punya pengalaman mengajar. Ini untuk ke­pe­n­tingan anak-anak kita juga nantinya. Mereka harus pu­nya soft skill,” kata Ganefri.

Selanjutnya Ganefri me­nga­takan UNP memberikan pilihan kepada mahasiswa, apakah akan mengambil PLK pada semester ini atau se­mes­ter berikutnya. “Kalau tidak bisa semester sekarang, bisa semester depan,” kata Ga­nefri.
 

Theme images by MichaelJay. Powered by Blogger.

Index berita

close
Like Facebook IDsalim.com untuk mendapatkan INFO terupdate