02 June 2016

Siswa akan Hebat Jika Bertemu dengan Guru Hebat

LPTK Universitas Negeri Padang (UNP) tahun 2014 kembali menyebarkan pendidik para guru SM-3T pada enam kabupaten di seluruh indonesia. Enam kabupaten yang dimaksud adalah Kabupaten Ende (NTT), Kabupaten Maluku Barat Daya (Maluku), Kabupaten Sanggau (Kalimantan Barat), Kabupaten Aceh Singkil, Kabupaten Aceh Selatan dan Kaupaten Pidie Jaya (Aceh). Pemberangkatan para guru SM-3T menuju tempat sasaran dimulai pada tanggal 28 agustus 2014, dari kota padang menuju tiga kabupaten di Aceh semuanya menaiki BUS dan tiga kabupaten lainnya menggunakan pesawat. Saya (Abdul Salim ) merupakan salah satu peserta SM-3T LPTK UNP pendidikan fisika yang mendapatkan tugas di Kabupaten Pidie Jaya. Sesampainya di dipidie jaya setelah menempuh perjalanan darat 47 jam, dikantor dinas pendidikan langsung diumumkan tempat tugas masing-masing kami dan dijemput langsung oleh kepala sekolah . Saya sendiri mendapatkan tugas di SMA Negeri Unggul Pidie Jaya yang terletak di desa rungkom, Kecamatan Meureudu. Pada sore itu juga matahari sudah terbenam saya langsung diantar oleh kepala seklah ke lokasi sekolah, disekolah saya diperkenalkan dengan Pak Zahri , dan Pak zahri mengajak saya untuk satu rumah dengan dia karena dia juga guru fisika sama saya dan sama-sama masih lajang. 
Letak SMA Negeri Unggul Pidie jaya tempat pengabdian saya tidaklah terlalu jauh dari pusat Kota Meureudu, dan berjarak 1,7 Km dari kantor Bupati Pidie Jaya, Tapi sekolah ini berbatasan langsung dengan hutan belantara dan kebu-kebun. Bisa dikatakan letak sekolah ini dipaling pinggir kota muereudu. Tetapi walaupun dipinggir kota bisa juga dikatakan bahwa tempat tugas saya ini paling dekat dengan kota dibandingkan peserta SM-3T lainnya. Saya sangat mensyukuri dimanapun saya ditugaskan. Singkat ceritanya, senin tepat pada tanggal 1 september 2014 awal pertama sekolah ditempat pengabdian, saya mengiktui upacara sebagaimana biasanya yang dilakukan disekolah, saya ikut berbaris didepan siswa bersama guru lainnya, namun yang meneteskan air mata saya setelah upacara itu adalah karena saya tidak diperkenalkan oleh kepala sekolah dihadapan guru dan siswa. Sebagai gur baru saya sangat sedih, kesedihan itu tidak saya pendam lama, saya buka keceriaan dari hati membuka diri bertanya-tanya dalam hati pantaskah saya mengajar disini. Disekolah ini saya ditempatkan sendirian, satu-satunya guru SM-3T yang ditempatkan sendirian disekolah ini adalah saya, dan saya guru SM-3T yang pertama kali ke sekolah ini. Selanjutnya angkatan ke V ada guru SM-3T dari LPTK UM 5 orang.
Tidak terasa telah seminggu saya di sekolah dan tiap harinya saya kesekolah, saya mulai akrab dengan guru-guru lainnya, saya perkenalkan diri dengan guru lainnya, namun dengan kepala sekolah yang masih begitu cuek, saya yang tiap harinya ke sekolah selalu duduk di meja guru piket. Tidak tahu dari mana ada nomor baru yang menghubungi saya , dia ternyata kepala SMA N 2 Bandua Dua Pidie Jaya meminta saya untuk mengajar di sekolah yang dia pimpin karena tidak ada guru Fisika, sedangkan guru Fisika ditempat saya mengabdi ada 4 orang dan 5 dengan saya, sementara jumlah kelas disekolah ini hanya 7 kelas. Saya menjawab permintaan kepala SMA N 2 Bandar Dua dengan menyetujui permintaan bapak jika dinas dan kepala sekolah mengizinkan saya pindah. Usut punya usut memang bapak telah menghubungi dinas pendidikan, dan singkat cerita ketika bapak tersebut diperjalanan menjeput saya kepala sekolah tempat mengabdi saya tidak mengizinkan pindah, dan tetap mengajar disini. Awal itulah, setelah seminggu dicuekin mulai diberi tugas mengajar, diberi sebuah meja diruang majelis guru walaupun satu meja berdua dengan pak Edi Miswar (Guru Bahasa Indonesia). Saya diberi tuga mengajar kelas XI hanya satu kelas, dan menggantikan jam kepala sekola di kelas XII satu kelas.
Setelah satu bulan mengadbi di SMA Unggul ini, kepala sekolah mulai mendekati saya, tampaknya kepala sekolah yang awalnya kurang yakin dengan penampilan saya, waktu berjalan saya membuktikan bahwa ini lah saya. Saya dekat dengan guru-guru senior dan tak kalah sama guru guru muda nya. Dan saya sangat dekat dengan siswa, karena lingkungan tinggal bersama siswa dilingkungan sekolah (siswa berasrama) saya terbuka dengan siswa, mereka bisa curhat tentang pelajaran, dan ada siswa yang memang pintar yang selalu kritis, dia sangat senang dengan saya karena dia telah mendapat sebuah kepastian yang selama ini guru salah konsep dalam belajar, kebeutulan mata pelajaran fisika. Kedatangan saya bagi dia adalah penerang. Saya senang mendengar dia cerita seperti itu.
Belum sampai dua bulan saya mengabdi, kepala sekolah memanggil saya ruanga, saya takut, saya takut saya melakukan tindakan yang salah karena saya merasa masih beradaptasi dengan sekolah baru, adat istiadat baru. Tetapi takut itu berubah menjadi gembira, setelah kepala sekolah menunjuk saya untuk mendampingi siswa cerdar cermat tingkat provinsi tentang wawasan kebangsaan di KODAM IM Banda Aceh. Ketika kepala sekolah menunjuk saya, pak hamzah betanya emangnya pak salim berani. Saya jawab berani pak (dalam hati saya kemalang saja saya berani membawa siswa olimpiade muhammdiyah dari bengkulu, apalagi ke banda). Saya akan bisa membimbing mereka pak, insyaallah saya tidak akan sesat pak, saya akan handalkan GPS smartphon saya. Tiga hari kemudian saya berangkat kebanda bersama siswa sebagai guru pendamping, alhasil siswa yang saya bimbing mendapat peringkat 4, peringkat yang luar biasa untuk tingkat provinsi karena sekolah ini sekolah yang masih muda.
Lihat Mars SM-3T
Berawal dari itu, saya mulai menunjukkan kembali ini lah saya, guru muda SM-3T yang tanggung dengan membawa banyak misi untuk perubahan pendidikan didaerah 3T walaupun saya tidak tergolong 3T. Misi itu mulai saya kembangkan, karena waktu yang ditunggu telah mulai berhamburan. Saya mulai mengembangkan aktifitas siswa disekolah, saya mulai dari persiapan untuk upacara senin, kebetulan saya telah ditugas sebagi pembina osis. Saya kerahkan anggota osis untuk mengajak siswa aktif dalam upacara, selama ini memang telah upacara, tapi siswa tampak ambarudul dalam pelaksanaan tugas dan peserta penuh kebengkokotan barisan. Posisi saya sebagai ketua osis saya manfaatkan membuat jadwal petugas upacara dan wajib latihan sebelum nya. Alhamdulillah semakin hari tampak upacara bendera makin hikmat.
Saya tidak puas dengan itu saja, masih banyak meyimpan misi yang akan saya jalankan dalam Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia, saya mengajak siswa untuk mulai aktif belajar fisika menuju persiapan OSN, karena saya guru fisika saya mulai mengajak siwa untuk bergabung latihan persiapan OSN, menjelang OSN dilaksanakan saya adakan tes seleksi yang akan diberangkatkan sebagai utusan ekolah khusus fisika. Hasil seleksi terpilihlah, Fadhil, Nanda, dan UUL. Dewi portuna datang lagi bersama kami, alhamdulillah siswa yang saya bimbing beberapa bulan memborong juara OSN Fisika juara 1, juara 2 dan juara 3 tingkat Kabupaten. Prestasi ini membuat semua sudut mata tertuju kearah saya, alhmdulillah saya bisa mengajak siswa untuk mengangkat nama baik sekolah dan membawa nama baik saya, saya disanjung oleh guru dan kepala sekolah, saya bisa melatih dan membawa siswa untuk memborong juara OSN Fisika. Tidak hanya guru disekolah tempat saya mengabdi, guru-guru fisika se kabupaten pidie jaya pun ikut memperbincangkan saya (info dari kepala sekolah saya). Berkat itu, saya dipercayai untuk menulis soal Ujian Akhir Sekolah kelas 3 Sekabupaten Pidie Jaya dan bertemu dengan guru-guru hebat menurut bidang studi nya se kabupaten pidie jaya.
Diselah-selah itu, saya yang hobi blogging, saya sempatkan membuat website sekolah, saya niatkan ini untuk membantu sekolah dan ladang uang saku bagi saya. Niat ini lusus mulus, alhamdulillah website sekolah bisa saya selesaikan dan uang saku satu juta mengalir tampa hambatan kekantong saya.
Saya selalu disebukkan dengan kegiatan osis, karena saya menyibukkan diri mengaktifkan OSIS yang selama ini hanya tinggal lambang di saku baju mereka saja. Saya aktifkan siwa untuk belajar berorganisasi. Saya bimbing meraka untuk mengatur jadwal mereka yang sekolah sampai jam 4 sore karena boarding schools dengan kegiatan organisasi. Dalam kesibukan saya yang menyibukkan diri untuk menyampaikan misis MBMI saya kembali diberi amanah oleh sekolah sebagai guru pendamping Cerdas cermat kembali ke banda aceh.
Kegiatan itu diselenggarankan oleh Dinas Pendidikan Aceh dan TVRI Aceh. Saya berhasil membuat semnagat mereka berapi-api, diperempat final siswa saya bertanding dengan sekolah-sekolah favorit banda aceh, alfatih dan modal bangsa. Diperempat final ini siswa saya hampir mengalahkan sekolah sekolah hebat tersebut. Mereka bangga, mereka yang dari pelosok bisa menyaingi dengan imbang sekolah-sekolah yang katanya hebat.
Pamrena Foto Potret Pendidikan di Daerah 3T
Tidak cukup hanya dengan cerdas cermat, ketika ada informasi lomba Karya Tulis Remaja yang diselenggarakan oleh SMA Unggul Sigli setingkat provinsi. Saya langsung mengajak siswa untuk ikut berpartisipasi aktif. Awalnya kepala sekolah kurang menyetujui, saya bertekat karena uang pendaftaran Rp. 50.000,- saya siap mendaftarn siswa dengan uang pribadi saya, dan untuk berangkat kesana saya telah lobi siswa untuk merayu orang tuanya supaya mau memberikan uang transportasi, inkonsistensi syariat islam di serambi mekkah”. Diakhir masa pendaftaran saya kembali menemui kepala sekolah dan waka keiswaan menyampaikan niat saya untuk membantu siswa mendaftar walaupun pribadi dan izin dari sekolah. Alhdulillah kepala sekolah tidak hanya memberi izi, tetapi meberikan support sekolah yang akan membiayi semua. Perjuanga keras ini yang dibantu oleh waka kesiswaan, karena dia setuju. Akhirnya dipengumuman Siswa bimbingan saya mendapatkan juara 1 Lombar Karya Tulis Ilmiah Remaja se provinsi bengkulu. Sekolah lain se aceh kembali memandangkan sudut matanya ke SMA Unggul Pidie Jaya. Sebuah kebanggan kembali bagi saya, guru muda yang awalnya dicuekkan oleh sekolah telah membawa nama baik sekolah tingkat provinsi.
dia berhasil. Sebelum pendaftaran saya telah bimbing siswa dalam menulis selama 2 minggu dengan judul “
Singkat cerita, semalam saya pulang ke padang, karena telah setahun mengabdi semua siswa yang cowok kelas XII tidur bersama saya, mereka menangis memeluk saya satu persatu, keharuan itu membuat saya ikut tersedu dan meneteska air mata. Mereka mengatakan mereka kehilangan penyemangat mereka, siapa lagi tempat kami berabgi cerita, belajar bersama dan curhat pak, bapak lah yang bisa mendengarkan masalah kami dan bapaklah yang bisa memberika solusi masalah yang kami hadapi. Bapak jangan pulang pak, terkhusus mulihuddin, dia yang banyak meneteskan air matanya, saya tenangkan dan saya sapu air matanya dengan tangan, udin sangat dekat dengan saya, dia yang kecil saya jadikan photografer pribadi saya selama saya mengabdi. Sampai akhirnya hari terakhir mengabdi, karena pulang diberangkatkan setelah zuhur, pagi nya saya menyempatkan masuk sekolah karena permintaan siswa, siswa kelas XII semuanya mengantarkan saya sampai saya melambaikan tangan didalam bus.

Theme images by MichaelJay. Powered by Blogger.

Index berita

close
Like Facebook IDsalim.com untuk mendapatkan INFO terupdate