10 June 2016

Program ADik 3T untuk Mengejar Ketertinggalan

Palangkaraya – Belmawa. Pemerataan dan keterbukaan akses pendidikan sangat penting untuk memperkokoh kekuatan dan kesatuan bangsa. Keutuhan berbangsa tercermin dari tingkat pendidikan yang merata sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Namun pada kenyataannya akses pendidikan terutama pendidikan tinggi tidak cukup tersedia merata di seluruh tanah air. Bahkan pada keadaan tertentu akses pendidikan tinggi sangat terbatas. Hal tersebut dapat disebabkan oleh sarana-prasarana, letak geografis, pertumbuhan ekonomi, bencana alam atau kondisi sosial budaya dan latar belakang sejarah khusus yang dialami oleh sekelompok masyarakat.

Untuk itu, Pemerintah melalui Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (Program ADik) memberikan beasiswa bagi siswa yang tinggal dan bersekolah di pelosok Tanah Air untuk meneruskan studi hingga jenjang perguruan tinggi. Pada peluncurannya pada 2012, ADik dikhususkan bagi siswa Papua dan Papua Barat. Belakangan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) memperluas cakupan wilayah program ADik hingga daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) atau dikenal dengan nama ADik 3T di seluruh Indonesia.
Bertempat di ruang kelas IXF Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri I Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah pada tanggal 4 Juni 2016 telah dilaksanakan Test Kemampuan Dasar Bidang Studi (TKD) dan TKD Umum. Dimulai pukul 08.00 dimulai test uji kemampuan 29 siswa yang hadir dari 40 siswa yang terdaftar. Siswa tersebut adalah pelajar yang berprestasi di sekolahnya, dan berpontensi akademik baik, namun dinyatakan tidak mampu, dan telah dipilih untuk mewakili kuota
Kalimantan Tengah yang berjumlah 20 siswa. Ir. Caecillia Chrismie Nurwitri, DAA., dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mewakili Tim Kelompok Kerja yang ditugaskan oleh Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) menyelenggarakan Program ADik 3T – Tim Pokja ADik 3T, menyatakan bahwa hendaknya Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dapat memilih dan mengarahkan siswa yang lulus program ADik 3T untuk memilih jurusan di perguruan tinggi. Pilihan jurusan ini dimaksudkan akan dapat berguna kelak untuk membangun potensi daerahnya, sehingga dengan demikian daerah 3T dapat mengejar ketertinggalan akses pembangunan dan dengan sendirinya tingkat kesejahteraan dapat tercapai. 

Theme images by MichaelJay. Powered by Blogger.

Index berita

close
Like Facebook IDsalim.com untuk mendapatkan INFO terupdate