01 June 2016

Pameran Foto : Potret Pendidikan di Daerah 3T


Beritakan pada dunia
Bahwa masih ada kaki tak beralas
Bahwa masih ada tangan yang kosong
Bahwa masih ada nyawa yang dipertaruhkan

Itulah siswaku
Tidak ada buku
Tidak ada tas
Bahkan sekolah pun tak ada
Alamlah yang menjadi tempat belajar

Potretmu, semangatmu terpatri dalam jiwa kami, siswaku
Senyummu menjadi bingkai terindah yang pernah kami lihat, siswaku

Puisi yang disampaikan oleh Fikhi Frasetian, S.Pd. selaku ketua pelaksana pameran foto mewakili tema pameran, yaitu potret pendidikan di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Pemotongan pita oleh Dr. Totok Bintoro, M.Pd. selaku ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan (LPP) mengawali dibukanya pameran foto secara resmi. Gedung sertifikasi guru lantai 1-UNJ merupakan tempat terselenggaranya pameran foto 3T yang memuat foto-foto terbaik dari guru-guru SM-3T (Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) angkatan IV. 
Foto-foto dalam pameran ini mengalirkan arus cerita pengabdiannya masing-masing yang mengalir menuju satu muara cita-cita, yaitu pemerataan pendidikan bangsa. Sebuah persembahan cendera mata paling berharga, buah tangan yang bermakna, kenang-kenangan pengabdian dari pelosok negeri untuk Indonesia.
Bacar juga Siswa akan hebat jika bertemu guru hebat
Dalam sambutannya, Dr. Totok Bintoro, M.Pd. menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas terselenggaranya pameran ini. Potret secara visual pengalaman di daerah 3T ini membentuk pemahaman terhadap kondisi nyata pendidikan di Indonesia. Terdapat ketimpangan-ketimpangan pendidikan di pelosok negeri yang seharusnya digaungkan kepada masyarakat luas. Melalui pameran inilah, jiwa-jiwa keterpanggilan pendidik dihadirkan dalam gambar-gambar yang bercerita. Dr. Totok Bintoro, M.Pd. menyebutkan bahwa orang-orang yang tidak memahami Indonesia tidak perlu menjadi guru. Oleh karena itu, diperlukan guru yang dapat memahami pendidikan Indonesia lebih dalam. Salah satu caranya ialah dengan mengikuti program SM-3T dan berlanjut pada program PPG. Dengan lahirnya guru bergelar Gr. lulusan dari program PPG akan mengantarkan indonesia menjadi cerdas.
Menuju Mari bersama nyanyikan Mars SM-3T
Setelah dibuka secara resmi, pengunjung antusias terhadap foto-foto yang ditampilkan. “Ini merupakan ide kreatif dan luar biasa yang menceritakan kepada bangsa bahwa di ujung negeri masih banyak yang membutuhkan pendidikan. Teman-teman bukan hanya menyampaikan melalui tulisan dan lisan, tetapi bisa melalui sebuah karya yang ditampilkan dalam bentuk foto.” Alex Dwi Kurnia, S.Pd (Ketua Mahasiswa PPG LPTK UPI) menyampaikan kesannya mengenai pameran yang diadakan. Foto ini menceritakan tentang perjuangan membuat jalan dan bangunan sekolah di distrik Okbab yang dilakukan oleh seluruh warga, mulai dari siswa SD sampai orang dewasa. Foto ini juga menjadi foto paling berkesan bagi Dr. Totok Bintoro, M.Pd. dan beberapa pengunjung lainnya.

Pameran ini menghadirkan harapan-harapan baru bagi potret pendidikan di Indonesia. Masyarakat Indonesia dan kaum pendidik akan sadar bahwa pendidikan di Indonesia belum merata. Melalui pameran ini, diharapkan dapat membuka mata hati para pengunjung bahwa masih ada daerah yang minim sarana-prasarana pendidikan dan keterbatasan guru. Tugas kita adalah mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut. Salah satu caranya dengan mendatangkan pendidik-pendidik muda profesional dari lulusan PPG yang siap dikirimkan ke pelosok negeri. Guru yang sepenuh hati tidak melihat keterbatasan sebagai kendala, tetapi sebagai peluang untuk bangkit mencerdaskan anak bangsa.Beritakan pada dunia Bahwa masih ada kaki tak beralasBahwa masih ada tangan yang kosongBahwa masih ada nyawa yang dipertaruhkan Itulah siswakuTidak ada bukuTidak ada tasBahkan sekolah pun tak adaAlamlah yang menjadi tempat belajar Potretmu, semangatmu terpatri dalam jiwa kami, siswakuSenyummu menjadi bingkai terindah yang pernah kami lihat, siswaku Puisi yang disampaikan oleh Fikhi Frasetian, S.Pd. selaku ketua pelaksana pameran foto mewakili tema pameran, yaitu potret pendidikan di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Pemotongan pita oleh Dr. Totok Bintoro, M.Pd. selaku ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan (LPP) mengawali dibukanya pameran foto secara resmi. Gedung sertifikasi guru lantai 1-UNJ merupakan tempat terselenggaranya pameran foto 3T yang memuat foto-foto terbaik dari guru-guru SM-3T (Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal)  angkatan IV. Foto-foto dalam pameran ini mengalirkan arus cerita pengabdiannya masing-masing yang mengalir menuju satu muara cita-cita, yaitu pemerataan pendidikan bangsa. Sebuah persembahan cendera mata paling berharga, buah tangan yang bermakna, kenang-kenangan pengabdian dari pelosok negeri untuk Indonesia. Dalam sambutannya, Dr. Totok Bintoro, M.Pd. menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas terselenggaranya pameran  ini. Potret secara visual pengalaman di daerah 3T ini membentuk pemahaman terhadap kondisi nyata pendidikan di Indonesia. Terdapat ketimpangan-ketimpangan pendidikan di pelosok negeri yang seharusnya digaungkan kepada masyarakat luas. Melalui pameran inilah, jiwa-jiwa keterpanggilan pendidik dihadirkan dalam gambar-gambar yang bercerita. Dr. Totok Bintoro, M.Pd. menyebutkan bahwa orang-orang yang tidak memahami Indonesia tidak perlu menjadi guru. Oleh karena itu, diperlukan guru yang dapat memahami pendidikan Indonesia lebih dalam. Salah satu caranya ialah dengan mengikuti program SM-3T dan berlanjut pada program PPG. Dengan lahirnya guru bergelar Gr. lulusan dari program PPG akan mengantarkan indonesia menjadi cerdas.Setelah dibuka secara resmi, pengunjung antusias terhadap foto-foto yang ditampilkan. “Ini merupakan ide kreatif dan luar biasa yang menceritakan kepada bangsa bahwa di ujung negeri masih banyak yang membutuhkan pendidikan. Teman-teman bukan hanya menyampaikan melalui tulisan dan lisan, tetapi bisa melalui sebuah karya yang ditampilkan dalam bentuk foto.” Alex Dwi Kurnia, S.Pd (Ketua Mahasiswa PPG LPTK UPI) menyampaikan kesannya mengenai pameran yang diadakan. Foto dengan tema “Gotong Royong di SDN dan SMPN Okbab-Pegunungan Bintang Papua” oleh I Gede Herdian K., S.Pd. menjadi foto terbaik dalam pameran ini. Foto ini menceritakan tentang perjuangan membuat jalan dan bangunan sekolah di distrik Okbab yang dilakukan oleh seluruh warga, mulai dari siswa SD sampai orang dewasa. Foto ini juga menjadi foto paling berkesan bagi Dr. Totok Bintoro, M.Pd. dan beberapa pengunjung lainnya. Pameran ini menghadirkan harapan-harapan baru bagi potret pendidikan di Indonesia. Masyarakat Indonesia dan kaum pendidik akan sadar bahwa pendidikan di Indonesia belum merata. Melalui pameran ini, diharapkan dapat membuka mata hati para pengunjung bahwa masih ada daerah yang minim sarana-prasarana pendidikan dan keterbatasan guru. Tugas kita adalah mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut. Salah satu caranya dengan mendatangkan pendidik-pendidik muda profesional dari lulusan PPG yang siap dikirimkan ke pelosok negeri. Guru yang sepenuh hati tidak melihat keterbatasan sebagai kendala, tetapi sebagai peluang untuk bangkit mencerdaskan anak bangsa.

Tulisan ini copy paste penuh dari PPG SM-3T IV UNJ

Theme images by MichaelJay. Powered by Blogger.

Index berita

close
Like Facebook IDsalim.com untuk mendapatkan INFO terupdate