20 June 2016

Guru Profesional dan Bermutu Untuk Generasi Masa Depan Yang Lebih Baik

PropellerAds
PropellerAds
Profesionalisme merupakan sikap profesional yang berarti melakukan sesuatu sebagai pekerjaan pokok dan bukan sebagai pengisi waktu luang atau sebagai hobi belaka. Seorang profesional mempunyai pengetahuan yang dimiliki dalam melayani pekerjaan di bidangnya. Bertanggung jawab atas keputusannya baik intelektual maupun sikap, dan menjunjung tinggi etika profesi.

Guru sebagai pendidik adalah pribadi yang paling banyak bergaul dan berinteraksi dengan para murid dibandingkan dengan personel lainnya di sekolah. Guru bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan bimbingan dan pelatihan, melakukan penelitian dan pengkajian, dan membuka komunikasi dengan masyarakat, menggerakkan dan mendorong peserta didik agar semangat dalam belajar, sehingga semangat belajar peserta didik benar-benar dapat menguasai bidang ilmu yang dipelajari.

Kalimat di atas adalah idealnya menjadi seorang guru. Itulah tujuan dari Pendidikan Profesi Guru (PPG). Untuk itu, mendidik seorang calon guru menjadi keharusan. Mereka ditempa selama 1 (satu) tahun penuh di dalam asrama PPG dengan program-program pembekalan akademik maupun etika (soft-skill). Bagaimana kelak dalam dunia nyata mereka dapat mengemban tugas dengan baik.

Muhammad Anre sedang Peer Teaching
Salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) PPG adalah Universitas Negeri Padang (UNP). Monitoring dan evaluasi (monev) dilakukan terhadap LPTK PPG UNP yang telah berjalan selama 4 (empat) tahun ini pada tgl. 16 – 17 Juni 2016. LPTK PPG UNP menyelenggarakan 9 (sembilan) Prodi. Pengamatan selama 2 (dua) hari dipimpin oleh Rohandi, Ph.D, dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Pengamatan dilakukan ke Prodi, kelas PPG, microteaching, perpustakaan, dan kunjungan ke asrama. Juga wawancara dengan pengelola PPG, pengelola keuangan dan asrama.
Kegiatan diskusi di anatara peserta PPG dengan tim monev dirusunawa UNP
Kegiatan diskusi di anatara peserta PPG dengan tim monev dirusunawa UNP
Semua calon guru diasramakan. Asrama untuk calon guru pria dan calon guru perempuan berbeda. Selama di asrama, calon guru belajar penguatan soft-skill, seperti budi pekerti, sopan santun, cara bersikap, cara berbicara, cara saling menghormati, latihan mengajar intensif antar teman, melatih cara hidup mandiri, cara mengelola dan mengatur organisasi, latihan kepemimpinan, dan lain-lain. Di UNP, kegiatan yang dilaksanakan antara lain pramuka, pengajian bagi yang beragama Islam dan pendalaman Alkitab bagi umat Nasrani.

Secara keseluruhan penyelenggaraan LPTK UNP sudah berjalan dengan baik. Walaupun di sana–sini masih memerlukan perbaikan, seperti tersedianya gedung khusus untuk LPTK dengan ruang micro-teaching dan peer-teaching yang kedap suara dan tidak bersatu dengan program reguler. Masukan lain adalah jadual perkuliahan PPG sebaik mungkin sama dengan reguler, kendalanya adalah para dosen dan pamong guru kesulitan mengatur kembali jadual yang sudah ada karena masuknya PPG terlambat dibanding dengan program reguler.

Ada syarat lain yang harus dipenuhi oleh para mahasiswa calon guru, dosen dan pamong guru. Harus ada komitmen yang jelas dan nyata, bahwa mahasiswa harus sanggup dan mau belajar, serta bekerja keras untuk menyiapkan diri menjadi guru berkualitas. Dosen dan pamong guru harus mau dan sanggup bekerja keras untuk mendidik dengan serius para calon guru. Komitmen ini sangat penting, karena akan menjadi motivasi kuat membangun diri masing-masing. Motivasi yang kuat akan memperlancar upaya pencapaian sasaran untuk menjadi guru berkualitas dan profesional.

PropellerAds


EmoticonEmoticon