14 May 2016

Sekilas Tentang Guru Garis Depan (GGD)

Setelah membaca koment yang saya terima tentang Guru Garis Depas (GGD )ternyata banyak yang gagal paham. Hal ini wajar karena tidak kenal dengan program tersebut. Berikut ini sekilas tentang mereka. Mereka adalah putra daerah yang direkrut dengan standar nilai IP minimal 3. Sebelum PPG mereka ditugaskan ke daerah sulit yang mungkin guru lain tidak mau bertugas disana dengan sebutan SM3T. Banyak dari mereka yang tidak pulang untuk ikut PPG bukan karena betah tapi menjadi korban keganasan alam tempat bertugas. Selama 1 tahun di daerah SM3T mereka dikumpulkan kembali untuk ikut PPG selama 1 tahun syarat lulus harus be IP diatas 3. Setelah lulus tidak selangsung menjadi CPNS tapi akan ikut seleksi CPNS seperti umunya dan bahkan akan ada tes kompetensi Bidang. 
Baca juga seurat edaran tentang serifikasi guru

Dalam hal ini tidak ada keistimewaan jika tidak memenuhi syarat tidak lolos. Merekalah guru profesional seperti yg diamanatkan undang-undang guru dan dosen yaitu Sudah S1 dan PPG. Jumlah mereka sangat sedikit untuk bisa mengisi kebutuhan guru nasional karena sejak 2010 sd sekarang lulusannya hanya sekitar 12 ribu dan ini jauh dari jumlah pensiun yg sejak 2010 sekitar 300 ribu pensiun. Jadi jika para peminat ingin seperti mereka silahkan ikut program ini maka akan jadi guru profesional yg sudah S1 dan PPG dukunglah mereka dengan menjadi seperti mereka yaitu S1 dan PPG demi kemajuan bersama. Untuk jadi CPNS yang bukan dari SM3T juga punya kesempatan melalui jalur umum tetapi siapkan diri saudara agar memenuhi persyaratan seperti tuntutan undang-undang. Ingat jangan lihat sekarang tapi perintah untuk persyaratan jadi guru sudah dimaklumatkan sejak tahun 2005 sejak ada undang-undang guru dan dosen. 
Bapak/ibu sudah diinfomasikan sejak 11 tahun yg lalu tentang hal ini dan mari kita lihat diri kita apakah sudah sesuai tuntutan undang-undang tersebut. Jika belum masih ada kesempatan bagi yang mau yaitu ikut PPG baik mandiri maupun jalus SM3T dari Kemristek Dikti dan insya Allah akan menjadi guru profesional dan sudah menenuhi persyaratan untuk rekrutmen jalur umum. Setiap tahun guru pensiun puluhan ribu se indonesia tentu saja bapak/ibu dibutuhkan untuk menggantikan mereka tentu saja dengan bekal kompetensi yg mumpuni karena tugas guru sangat berat yaitu mempersiapkan generasi emas yg jika salah mendidik mereka akan menjadi ancaman karena mereka tdk bisa bersaing dan tdk bisa hidup dgn pendidikannya. 

Oleh Pak Tagor Alamsyah Harahap melalui akun Facebooknya.

Theme images by MichaelJay. Powered by Blogger.

Index berita

close
Like Facebook IDsalim.com untuk mendapatkan INFO terupdate