04 May 2016

Model Pembelajaran Penemuan

Model Pembelajaran Penemuan atau Discovery Base Learning Model

Pembelajaran berbasis keterampilan proses sains menekankan pada kemampuan peserta didik dalam menemukan sendiri (discover) pengetahuan yang didasarkan atas pengalaman belajar, hukum-hukum, prinsip-prinsip dan generalisasi, sehingga lebih memberikan kesempatan bagi berkembangnya keterampilan berpikir tingkat tinggi (Houston, 1988). Dengan demikian peserta didik lebih diberdayakan sebagai subjek belajar yang harus berperan aktif dalam memburu informasi dari berbagai sumber belajar, dan guru lebih berperan sebagai organisator dan fasilitator pembelajaran.


 
A.    PENGETIAN  MODEL DISCOVERY BASED LEARNING
Discovery based learning adalah teori belajar yang menempatkan peserta didik sebagai pembelajar aktif dalam membangun pengetahuan yang diharapkan

B.     CIRI-CIRI MODEL DISCOVERY BASED LEARNING
Ciri khas discovery learning yaitu penemuan. Setiap siswa harus melakukan penemuan untuk menemukan konsep dari materi yang akan dipelajari. Model ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan dan mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Balim (2009) menyebutkan bahwa pembelajaran penemuan merupakan salah satu variasi model pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan siswa dan guru sebagai pembimbingnya.

C.     PRINSIP MODEL DISCOVERY BASED LEARNING
5 prinsip discovery based learning
1.         Pemecahan masalah
Guru harus membimbing dan memotivasi siswa untuk mencari solusi dengan menggabungkan informasi yang ada dan baru diperoleh dan menyederhanakan pengetahuan. Cara ini siswa mengambil peran aktif dan membangun keterampilan melalui kegiatan  yang mendorong pemecahan masalah
2.         Learner management
Guru harus membiarkan peserta didik untuk bekerja sendiri atau dengan yang lain. Kebebasan ini membuat pembelajaran menghindarkan stress bagi siswa dan membuat mereka merasa pembelajaran sendiri.
3.         Integrating and connecting
Guru harus mengajarkan kepada siswa bagaimana untuk mengkombinasikan pengetahuan sebelumnya dengan yang baru serta mendorong mereka untuk menghubungkannya dengan dunia luar.
4.         Information analysis and interpretation
Siswa belajar menganalisis dan menginterpreasikan informasi yang diperoleh dari pada mengingat jawaban yang benar
5.         Failure and feedback
Pembelajaran tidak hanya terjadi ketika kita menemukan jawaban yang benar. Itu juga terjadi melalui sebuah kesalahan. Pembelajaran penemuan tidak hanya focus pada penemuan benar dan hasil, tetapi juga sesuatu yang baru yang kita temukan di dalam sebuah proses. Dan guru menanggapi  dengan pemberian feed bac, karena tanpa itu belajar tidak belangkap

D.    SINTAK MODEL DISCOVERY BASED LEARNING

Langkah-langkah operasional Model Discovery Based Learning  adalah sebagai berikut :
1.      Menciptakan stimulus
Kegiatan penciptaan stimulus (rangsangan) dilakukan pada saat peserta didik melakukan aktivitas mengamati fakta atau fenomena dengan cara melihat, mendengar, membaca, atau menyimak.Fakta yang disediakan dimulai dari yang sederhana hingga kompleks atau fenomena yang menimbulkan kontroversi. Ketika guru akan menerangkan konsep masalah sosial, tahap pertama yang dapat dilakukan adalah dengan meminta peserta didik melakukan pengamatan terhadap penayangan foto, gambar, video yang memperlihatkan berbagai fenomena sosial yang terjadi di masyarakat.  Pada tahapan ini peserta didik diperkenalkan dengan berbagai fenomena atau gejala sosial yang terjadi di masyarakat untuk mencoba memahami gejala atau fenomena sosial yang mana yang termasuk masalah sosial.  Diharapkan peserta didik tertarik untuk melakukan pengamatan dan penelitian langsung terhadap lingkungan sekitar dan menentukan gejala atau fenomena mana yang termasuk masalah sosial. Guru mengarahkan peserta didik untuk dapat memanfaatkan berbagai sumber baik buku paket, surat kabar, majalah, internet sebagai informasi atau argumentasi dalam menentukan gejala atau fenomena sosial mana yang termasuk masalah sosial.  Stimulasi pada tahap ini berfungsi untuk menyediakan kondisi interaksi belajar yang dapat mengembangkan dan membantu peserta didik dalam mengeksplorasi bahan.  Bruner memberikan contoh stimulasi dengan menggunakan teknik bertanya yaitu dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat menghadapkan peserta didik pada kondisi internal yang mendorong eksplorasi.Dengan demikian seorang Guru harus menguasai teknik-teknik dalam memberi stimulus agar tujuan mengaktifkan peserta didik untuk mengeksplorasi dapat tercapai.

2.      Menyiapkan pernyataan masalah
Tahap kedua, guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengidentifikasi dan memilih beberapa gejala atau fenomena sosial yang relevan dengan materi pelajaran. Kemudian peserta didik memilih salah satu gejala atau fenomena dan kemudian merumuskannya dalam bentuk pernyataan singkat misalnya: Apakah gejala atau fenomena kemiskinan merupakan masalah sosial penting dalam masyarakat?

3.      Mengumpulkan data/mencoba
Tahap ketiga, yaitu eksplorasi atau mengumpulkan data. Pada tahap ini peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan sebanyak-banyaknya untuk membuktikan benar atau tidaknya pernyataan yang telah diajukan. Dalam hal ini informasi yang dikumpulkan berfungsi untuk membuktikan pernyataan masalah dalam contoh kasus kemiskinan. Pembuktian ini dapat dilakukan dengan cara mengumpulkan (collecting) berbagai informasi yang relevan, membaca literatur, mengamati objek, wawancara dengan nara sumber, dan sebagainya. Dengan demikian, peserta didik secara aktif menemukan pengetahuan baru yang berhubungan dengan permasalahan yang dihadapi. 

Download Naskah model pembelajaran melalui pendekatan saintifik

4.      Mengolah Data
Tahap keempat, peserta didik melakukan pengolahan data dan informasi yang telah diperoleh baik melalui wawancara, observasi, dan metode lainnya, lalu ditafsirkan. Semua informasi yang telah dikumpulkan, semuanya diolah, diacak, dan diklasifikasikan.

5.       Memverifikasi data
Pada tahap ini peserta didik melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya jawaban atas pernyataan masalah. Verifikasi bertujuan agar proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif. Berdasarkan hasil pengolahan dan tafsiran, atau informasi yang ada, pernyataan terdahulu itu kemudian dicek, apakah terjawab atau tidak, apakah terbukti atau tidak.

6.      Menarik kesimpulan
Tahap generalisasi atau menarik kesimpulan adalah proses menarik sebuah kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang sama, dengan memperhatikan hasil verifikasi. Berdasarkan hasil verifikasi, dirumuskan prinsip-prinsip yang mendasari generalisasi. Setelah menarik kesimpulan, peserta didik harus memperhatikan proses generalisasi yang menekankan pentingnya penguasaan materi pelajaran atas makna dan kaidah atau prinsip-prinsip yang luas yang mendasari pengalaman seseorang, serta pentingnya proses pengaturan dan generalisasi dari pengalaman-pengalaman itu.

E.     KELEBIHAN MODEL DISCOVERY BASED LEARNING
Kelebihan pemilihan model discovery learning antara lain:
1.      Membantu peserta didik untuk memperbaiki dan meningkatkan keterampilan-keterampilan dan proses-proses kognitif. Usaha penemuan merupakan kunci dalam proses ini, seseorang tergantung bagaimana cara belajarnya;
2.      Menguatkan pengertian, ingatan, dan transfer pengetahuan karena  pemerolehannya bersifat pribadi;
3.      Menimbulkan rasa senang pada peserta didik karena tumbuhnya rasa penyelidikan dan berhasil;
4.      Memungkinkan peserta didik berkembang dengan cepat dan sesuai dengan dengan keecepatannya sendiri;
5.      Menyebabkan peserta didik mengarahkan kegiatan belajarnya dengan melibatkan akal dan motivasinya;
6.      Membantu peserta didik memperkuat konsep dirinya karena memperoleh kepercayaan diri bekerjasama dengan yang lainnya;
7.      Membantu peserta didik menghilangkan keraguan karena mengarah pada kebenaran yang final yang dialami dalam keterlitbatan kegiatannya;
8.      Mendorong peserta didik berpikir secara intuitif, inisiatif, dalam merumuskan hipotesis;
9.      Dapat mengembangkan bakat, motivasi, dan keingintahuan;
10.  Kemungkinan peserta didik belajar dengan memanfaatkan belajar dari berbagai jenis sumber belajar.



F.      KEKURANGAN MODEL DISCOVERY BASED LEARNING
1.      Secara klasikal, peserta didik memiliki pengetahuan awal yang lebih baik pada keterampilan berbicara dan menulis. Bagi peserta didik yang kurang terampil, akan mengalami kesulitan dalam mengungkapkan hubungan antara konsep-konsep, yang tertulis atau lisan sehingga pada gilirannya akan menimbulkan frustrasi;
2.      Jumlah peserta didik tidak terlalu banyak, untuk memudahkan dalam membantu mereka menemukan teori atau pemecahan masalah lainnya;
3.      Pemilihan materi dengan kompetensi dominan pada pemahaman;
4.      Perlu fasilitas memadai seperti sumber, media, dan peralatan pembelajaran. 


Jika anda butuh powert point model pembelajaran ini silahkan download disini.

 
Sumber :
2.      Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah. 2014. Naskah Pembelajaran Fisika Kurikulum 2013 di SMA

    Yang menjadi pertayaan dilapangan saat ini adalah apa perbedaan model penemuan ini atau discovery dengan model inkuiri. Setelah melakukan presentasi tentang model penemuan ini, peserta ada yang bertanya demikian, tentang perbedaan antara inkuir dan discovery. Saya dan teman sekelompok sebagai pemateri menjawab perbedaanya terletak pada sintaknya. Sinak pada discovery diawali dengan menciptakan stimulus. Kemudian dikahir diskusi peratanyaan itu dijawab oleh pak Asrizal sebagai dosen mengatakan bahawa perdeaan nya selain dari sintak adalah dari penyelidikan. Kalau model inkuri penyelidikan yang dilakukan yang utamanya adalah untuk uji hipotesis. Kalau model discovery penyelidikannya pada produk, serta proses penemuan yang diharapkan.

Itulah ulasan dari saya tentang model pembelajaran penemuan. Jika memang benar silahkan dijakdikan sebagai referebsi.

Theme images by MichaelJay. Powered by Blogger.

Index berita

close
Like Facebook IDsalim.com untuk mendapatkan INFO terupdate