18 May 2016

Mensos Bimtek & Pemantapan PKH di Sorong, Papua Barat

PropellerAds
PropellerAds
Hari  Selasa (17/5l/2016) Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan kerja di Kota Sorong Provinsi Papua Barat untuk menghadiri Bimbingan Teknis dan Pemantapan Program Keluarga Harapan (PKH). Bertempat di Pendopo/Samusiret Kantor Walikota Sorong, dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sosial untuk Kota Sorong yang terdiri dari bantuan sosial PKH sebesar 11,9 milyar, bagi 4.968 KSM, bantuan Beras Sejahtera (RASTRA) sebesar 18 milyar bagi 13.903 jiwa, bantuan sosial disabilitas sebesar 97 juta bagi 27 jiwa, bantuan logistik penanganan bencana sebanyak 2 unit dengan nilai sebesar 496 juta, bantuan sosial bagi 80 lanjut usia sebesar 192 juta, bantuan Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) bagi140 anak (7 LKSA) sebesar 154 juta serta bantuan Hibah Dalam Negeri berupa paket sandang bagi 300 keluarga sebesar 60 juta. Maka total bantuan yang diberikan untuk Kota Sorong sebesar 31 milyar.
pkh
Kehadiran Khofifah beserta rombongan disambut dengan pentas kearifan lokal berupa tarian adat "Amaglala" dari suku Moi yang dimainkan oleh sekitar 15 orang dari "Sanggar Malamoi" Kota Sorong.Turut mendampingi Direktur Jaminan Sosial Keluarga, Staf Ahli Menteri, Danrem, Wakil Walikota, Sekretaris Daerah, Ketua DPRD, dan beberapa pimpinan SKPD. Menyanyikan lagu "Indonesia Raya" dilanjutkan Yel-yel PKH yang diucapkan dengan lantang oleh para Pendamping, Opetator dan peserta PKH dan menyanyikan Mars PKH oleh seluruh hadirin menambah semangat dan menyemarakan kunjungan kerja Menteri Sosial di Kota Sorong

Mengawali acara, Wakil Walikota Sorong Fahima Iskandar menyampaikan ucapan "Selamat datang" kepada Menteri Sosial dan rombongan. Beliau mengatakan, atas nama Pemerintah Kota Sorong menyambut baik dan mendukung PKH. Program ini sudah mewujudkan dampak positif khususnya bagi masyarakat Kota Sorong yakni mengurangi kemiskinan dan ketimpangan. Sebagai ukurannya KSM peserta PKH sudah lebih mandiri, imbuhnya.

Selanjutnya, sebagaimana biasa pada setiap kunjungan beliau, Khofifah mrenyampaikan arahannya dan meminta kepada penerima bantuan sosial PKH untuk memperlihatkan kartu kepesertaan yang dimilikinya termasuk KIP, KIS dan KKS. Permintaan tersebut disambut dengan antusias oleh penerima bantuan dengan menunjukkannya secara serentak.

Dalam kesempatan tersebut Khofifah menegaskan bahwa dalam pemberian bantuan ini tidak ada pemotongan apapun dan harus diterima utuh. Selanjutnya beliau mengingatkan kepada para penerima bantuan PKH bahwa uang yamg diterima tidak boleh digunakan untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan peruntukannya. "Kalau anak mama minta dibelikan rokok atau pulsa handphone, boleh atau tidak..?” serentak dijawab "tidak". “Ya betul ... manfaatkanlah untuk menunjang pendidikan anak, kesehatan ibu hamil dan peningkatan gizi anak balita, agar anak-anak kita cerdas dan sehat. Kedepan tidak boleh ada anak-anak Sorong Peserta PKH yang tidak lulus SMA,” tambahnya.

Mengakhiri arahannya, Khofifah berpamitan dan berharap agar bantuan yang diterima dapat bermanfaat sehingga kedepan, Sorong, Papua dan Indonesia akan semakin jaya dan sejahtera.

Sumber : Kemsos.go.id
PropellerAds


EmoticonEmoticon