21 May 2016

Film Indonesia Menang di Festival Film Cannes; Semaine de la Critique

PropellerAds
PropellerAds
prenjak
Film Indonesia berjudul “Prenjak: In The Year of Monkey” terpilih sebagai film pendek terbaik di Semaine de la Critique 2016 di Festival Film Internasional Cannes, Perancis. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbang Film) memfasilitasi delegasi film Indonesia dalam festival film terbesar di dunia itu. Kepala Pusbang Film, Maman Wijaya mengatakan, proses awal pembuatan film dan pengiriman film ke Festival Film Internasional Cannes merupakan inisiatif pribadi pembuat film, Kemendikbud tetap memberikan dukungan fasilitasi terhadap insan perfilman yang menjadi nominator di festival film internasional.
Lihat Cuplikan cideo nya yang saya ambil dari youtube

“Sesuai pesan Pak Menteri (Anies Baswedan), Kemendikbud harus proaktif mendukung hal-hal positif dan kreatif dari masyarakat, termasuk masyarakat perfilman,” ujar Maman di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (20/5/2016). Ia berharap, kedatangan delegasi film Indonesia dalam Festival Film Cannes serta prestasi yang berhasil diraih itu dapat menjadi pengalaman dan pembelajaran yang berharga bagi insan perfilman Indonesia untuk semakin memajukan dunia perfilman Indonesia.

Film “Prenjak, In The Year Of Monkey”, diputar selama tiga kali di Festival Film Internasional Cannes 2016. Film yang disutradarai Wregas Bhanuteja dari Yogyakarta ini bercerita tentang usaha keras seorang perempuan Jogja di tahun 1980-an untuk membebaskan diri dari belenggu keterbatasan ekonomi,  mencari uang untuk membiayai hidup keluarganya.

Maman mengatakan, kekuatan dari Film “Prenjak, In The Year Of Monkey” memang terletak pada latar belakang budaya, yang mengangkat tema tentang perempuan Jawa dan kehidupan sosialnya dalam menghadapi kesulitan ekonomi. “Di situlah nilai jualnya,” tuturnya.

Muhammad Kholid Fathoni dari Pusbang Film Kemendikbud menjadi salah satu delegasi Indonesia dari unsur pemerintah. Ia mengatakan, pemutaran film Prenjak dalam Semaine de la Critique di Cannes, Perancis, berlangsung pada tanggal 15 Mei 2016 di Teater Miramar, Cannes. Ia melihat apresiasi para penonton film selama festival film tersebut berlangsung sangat tinggi. Mereka bahkan tidak segan memberikan standing applause yang cukup lama sebagai bentuk apresiasi mereka atas film yang diputar.

“Kalau Indonesia bisa masuk menjadi nominasi Festival Film Cannes secara konsisten, market film yang dimiliki film Indonesia bisa lebih besar. Karena Festival Film Cannes menjadi meeting point para pembuat film, artis film, dan semua pihak dalam dunia perfilman internasional,” kata Kholid yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Perizinan dan Pengendalian Film di Pusbang Film Kemendikbud.

Selain Kholid yang mewakili unsur pemerintah, ada 13 orang lainnya yang difasilitasi Kemendikbud untuk menjadi delegasi Indonesia menghadiri Festival Film Internasional Cannes 2016. Mereka antara lain Olga Lydia, Salman Aristo, Joko Anwar, Tara Basro, dan Wregas Bhanuteja (sutradara “Prenjak: In The Year of Monkey”).

Sumber : Kemdikbud
PropellerAds


EmoticonEmoticon