24 April 2016

Metode Problem Solving (Pemecahan Masalah)

Oemar dan Waney dalam Hidayati dan Yosita (2007:22) mengatakan bahwa masalah adalah setiap hal yang mengandung keragu-raguan, ketidak pastian atau kesulitan yang harus dipecahkan, dikuasai dan dijinakkan. Kemudian menurut Djahiri dan Ma’mun dalam Hidayati dan Yosita (2007:23) mengungkapkan secara umum ada tiga cara pemecahan  yaitu : (1) Pemecahan masalah secara otoritatif, yaitu pemecahan oleh penguasa yang berwenang (pejabat, guru dan lain-lain); (2) Pemecahan masalah secara ilmiah, yaitu pemecahan yang menggunakan beberapa metode, misalnya metode inkuiri atau pemecahan masalah; (3) Pemecahan masalah secara metafisik, yaitu pemecahan masalah dengan menggunakan cara-cara yang tidak rasional, misalnya secara gaib.

 Dalam kegiatan belajar mengajar guru harus memiliki metode agar anak didik dapat belajar secara efektif, efisien dan mengena pada tujuan yang diharapkan. Salah satu metode yang dirasa bisa menciptakan siswa dapat belajar secara efektif, efisien adalah metode problem solving. Menurut Yamin (2008:150) metode problem solving juga dikenal metode Brainstorming, ia merupakan metode yang merangsang berfikir dan menggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan oleh siswa. Guru disarankan tidak berorientasi pada metode tersebut, akan tetapi guru hanya melihat jalan fikiran yang disampaikan oleh siswa, pendapat siswa, serta memotivasi siswa untuk mengeluarkan pendapat mereka, dan sekali-kali guru tidak boleh tidak menghargai pendapat siswa sekalipun pendapat siswa tersebut salah menurut guru. Metode ini dapat dilaksanakan apabila siswa telah berada pada tingkat yang lebih tinggi dengan prestasi yang tinggi pula, tetapi metode ini perlu diwaspadai karena akan menimbulkan prustasi di kalangan siswa lantaran masing-masing mereka belum dapat menemui solusinya dari proses yang kita lakukan. Akan tetapi guru dapat mengambarkan bahwa yang diminta adalah buah fikiran dengan alasan-alasan rasional. 


Baca juga Evaluasi Pembelajaran

Alma (2010:68) mengungkapkan bahwa metode problem solving titik beratnya ialah pada terpecahkannya suatu masalah secara rasional, logis dan tepat. Jadi problem solving kegiatannya tidak sampai mengejar hakekat yan ditemukan tetapi lebih ditekankan pada pertecahkannya masalah. Lebih lanjut menurut Majid (2009:142) metode problem solving merupakan cara memberikan pengertian dengan menstimulasi anak didik untuk memperhatikan, menelaah dan berpikir tentang suatu masalah untuk selanjutnya menganalisis masalah tersebut sebagai upaya untuk memecahkan masalah. Metode problem solving bukan hanya metode mengajar tetapi juga merupakan metode berfikir, sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mengumpulkan data sampai kepada menarik kesimpulan. 


Baca Juga Penelitian eksperimen dan quasi eksperimen

Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam metode problem solving menurut Majid (2009:143) adalah sebagai berikut : a) Adanya masalah yang jelas untuk dipecahkan. Masalah ini harus tumbuh dari siswa sesuai dengan taraf kemampuannya; b) Mencari data atau keterangan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut. Misalnya dengan jalan membaca buku-buku, meneliti, bertanya, berdikusi, dan lain-lain; c) Menetapkan jawaban sementara dari masalah tersebut. Dugaan jawaban itu tentu saja didasarkan kepada data yang telah diperoleh; d) Menguji kebenaran jawaban sementara tersebut. Dalam langkah ini siswa harus berusaha memecahkan masalah sehingga betul-betul yakin bahwa jawaban tersebut  itu betul-betul cocok; e) Menarik kesimpulan. Artinya siswa harus sampai kepada kesimpulan terakhir tentang jawaban dari masalah tadi.
Menurut Dewey dalam Sanjaya (2010:217) terdapat 6 langkah dalam metode problem solving yaitu: a) merumuskan masalah, yaitu langkah siswa menentukan masalah yang akan dipecahkan; b) Menganalisis masalah, yaitu langkah siswa meninjau masalah secara kritis dari berbagai sudut pandang; c) Merumuskan hipotesis, yaitu langkah siswa merumuskan berbagai kemungkinan pemecahan sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya; d) Mengumpulkan data, yaitu langkah siswa mencari dan menggambarkan informasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah; e) Pengujian hipotesis, yaitu langkah siswa mengambil atau merumuskan kesimpulan sesuai dengan penerimaan dan penolakan hipotesis yang diajukan; f) Merumuskan rekomendasi pemecahan masalah, yaitu langkah siswa menggambarkan rekomendasi yang dapat dilakukan sesuai rumusan hasil pengujian hipotesis dan rumusan kesimpulan. 


Sedangkan menurut Johnson & Jhonson dalam Sanjaya (2010:201-218) mengemukakan ada 5 langkah metode problem solving melalui kegiatan kelompok yaitu :  a) Mendefinisikan masalah, yaitu merumuskan masalah dari peristiwa tertentu yang mengandung isu konflik, hingga siswa menjadi jelas masalah apa yang akan dikaji. Dalam kegiatan ini guru bisa meminta pendapat dan penjelasan siswa tentang isu-isu hangat yang menarik untuk dipecahkan; b) Mendiagnosis masalah, yaitu menentukan sebab-sebab terjadinya masalah, serta menganalisis berbagai faktor baik faktor yang bisa menghambat maupun faktor yang dapat mendukung dalam penyelesaian masalah. Kegiatan ini bisa dilakukan dalam diskusi kelompok kecil, hingga pada akhirnya siswa dapat mengurutkan tindakan-tindakan prioritas yang dapat dilakukan sesuai dengan jenis penghambat yang diperkirakan; c) Merumuskan alternatif  strategi, yaitu menguji setiap tindakan yang telah dirumuskan melalui diskusi kelas. Pada tahapan ini setiap siswa didorong untuk berpikir mengemukakan pendapat dan argumentasi tentang kemungkinan setiap tindakan yang dapat dilakukan; d) Menentukan dan menerapkan strategi pilihan, yaitu pengambilan keputusan tentang strategi mana yang dapat dilakukan; e) Melakukan evaluasi, baik evaluasi proses maupun evaluasi hasil. Evaluasi proses adalah evaluasi terhadap seluruh kegiatan pelaksanaan kegiatan; sedangkan evaluasi hasil adalah evaluasi terhdap akibat dari penerapan strategi yang diterapkan.

Theme images by MichaelJay. Powered by Blogger.

Index berita

close
Like Facebook IDsalim.com untuk mendapatkan INFO terupdate