24 April 2016

Keterampilan Proses

Keterampilan berarti kemampuan menggunakan pikiran, penalaran dan perbuatan secara efisien dan efektif untuk mencapai suatu hasil tertentu termasuk kreatifitas. Sedangkan proses dapat didefinisikan sebagai perangkat keterampilan kompleks yang digunakan ilmuwan dalam melakukan penelitian ilmiah. Proses juga merupakan konsep besar yang dapat diuraikan menjadi komponen-komponen yang harus dikuasai seseorang bila akan melakukan penelitian. Proses dapat didefinisikan pula sebagai perangkat keterampilan kompleks yang digunakan ilmuwan dalam melakukan penyelidikan ilmiah. Proses atau metode ilmiah itu merupakan konsep besar yang dapat dirinci menjadi sejumlah komponen yang harus dikuasai seseorang apabila orang itu hendak melakukan penelitian dan pengembangan dalam bidangnya (Poppy, 2010). 


Komponen sikap ilmiah yang perlu ditumbuhkan antara lain adalah tanggung jawab, keingintahuan, jujur, terbuka, objektif, toleransi, kerja keras, kecermatan kerja, disiplin, percaya diri sendiri, konsep diri positif dan menafsirkan gejala alam dari sudut prinsip-prinsip ilmiah. Dengan kata lain pendidikan IPA, dalam arti luas bertujuan mengembangkan keterampilan siswa (Sumartono, 2003). Keterampilan proses adalah semua keterampilan yang diperlukan untuk memperoleh, mengembangkan dan menerapkan konsep-konsep, prinsip-prinsip, hukum-hukum dan teori-teori IPA baik berupa keterampilan mental, keterampilan fisik (manual) maupun keterampilan sosial (Rustaman dan Rustaman, 1997).



Dalam pengertian lain, proses atau keterampilan proses atau metode ilmiah itu merupakan bagian bidang studi IPA, dengan kata lain termasuk materi yang harus dipelajari siswa. Mengajarkan IPA terbatas pada produk atau fakta, konsep dan teori saja belum lengkap karena baru mengajarkan salah satu komponennya saja (Sumartono, 2003). Istilah lain dari keterampilan proses berarti terampil memproses perolehan menggunakan proses-proses mental, termasuk keterampilan psikomotor yang sebenarnya didasari oleh kegiatan mental seseorang (Poedjiadi, 2005).

Keterampilan proses merupakan serangkaian kegiatan yang dapat diukur sebagai hasil dari kegiatan praktikum di mana siswa berhadapan langsung dengan fenomena alam (Rustaman dalam Sudargo, 2009). 

Dari beberapa istilah keterampilan proses diatas, dapat diartikan keterampilan proses adalah serangkaian kegiatan yang dapat diukur sebagai hasil dari kegiatan praktikum dimana siswa berhadapan langsung dengan fenomena alam dan terampil memproses perolehan menggunakan proses-proses mental, termasuk keterampilan psikomotor yang sebenarnya didasari oleh kegiatan mental seseorang. Keterampilan proses perlu dikembangkan melalui pengalaman langsung, sebagai pengalaman belajar dan disadari ketika kegiatannya sedang berlangsung. Namun apabila dia sekedar melaksanakan tanpa menyadari apa yang sedang dikerjakannya, maka perolehannya kurang bermakna dan memerlukan waktu yang sangat lama untuk menguasainya. Kesadaran tentang apa yang sedang dilakukannya, serta keinginan untuk menguasainya adalah hal yang sangatlah penting (Rustaman dkk dalam Hadiani, 2011). 

Keterampilan proses melibatkan keterampilan kognitif, manual dan sosial. Pada keterampilan kognitif dan keterampilan sosial, siswa menggunakan pemikirannya untuk kegiatan belajar sehingga mereka dapat berinteraksi dengan sesamanya dalam kegiatan belajar mengajar. Sedangkan untuk keterampilan manual siswa terlibat dalam pengukuran, perakitan serta pengunaan alat dan bahan.

Theme images by MichaelJay. Powered by Blogger.

Index berita

close
Like Facebook IDsalim.com untuk mendapatkan INFO terupdate