14 September 2015

BAHASA DAN KOMUNIKASI DALAM DUNIA PENDIDIKAN

Bahasa adalah kode yag disepakati oleh masyarakat sosisal mewakili ide-ide melalui penggunaan simbol-simbol, huruf, gambar, maupun gerak tertentu yang diatur oleh kaidah-kaidah. Komunikasi adalah proses akif yang menunut adalanya pengirim yang memberikan sandi atau merumuskan pesan.
Dalam dunia pedidikan, komunikasi yang efektif dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa-siswi merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasi guru. Kompetensi komunikasi menentukan keberhasilan dalam membantu para siswa dalam menyerap pelajaran. Selama ini kompetensi komunikasi dapat dikaakan terabaikan baik dalam pedidikan maupun dalam kehidupan bermasyarakat pada umumnya.
Dalam lingkungan sekolah, terlebih ketika menghadapi ulah siswa yang merepotkan, guru atau petugas bimbingan akan merasa kesulitan meggali informasi dari mereka. Karena itu, perli dibangun hubungan saling percaya yang dilandasi keterbukaa, kejujuran, pengertian akan kebuuhan serta harapan maupun kepentingan masing-masing. Dengan terbangunnya hubungan saling percaya, siswa yang dianggap bermasalah akan memberikan keterangan yang benar dan lengkap sehingga dapat membantu para guru dalam meberikan pertimbangan atau teguran.
Tak dapat dipugkari bahawa dalam proses belajar-mengajar, guru sering kali dibuat stress oleh tingkah siswa-sisinya. Ini adalah peoses yang alami, tetapi sebenarnya membuuhkan keterampilan khusus yang dilandasi kesabaran dan kemampuan mengelola situasi. Suasana kelas tak ubahnya ruangan yang diisi dengan makluk aneh. Bagi guru yang baru bekerja sistuasi keribuan dalam kelas seperti medan perang. Ketetika mereka idak punya keterampilan kusus menghadapi para mahasiswanya, sama halya para guru tersebut terjun kedalam medan perang tanpa berbekal sejata.
Para siswa yag memerlukan kotrol kusus serigkali menguras pikiran dan tenaga para gurunya. Perilaku meyimpang dan mengganggu dapat megalihkan mereka dari proses yang sebelumnya telah direncanakan. Dalam hal ini seorang guru diuntut untuk jeli memanfaatkan peluang komunikasi dengan para siswanya. Ketika guru merasakan kesulitan unuk megatur parasiswanya dengan ucapan maupun maupun bahasa tubuh, sebaiknya guru tidak memaksanakan diri untuk menaklukkan para siswa tersebut. Dengan membua jeda untuk beberapa waktu, seorag guru dapat membangun dan mempertahankan kontrol yang efektif. Namun hal ini tampaknya tidak akan berlaku bagi siswa yang bandelnya sudah tidak dapat ditoleransi lagi. Meski demikian, kalaupun guru terpaksa memberikan sanksi kepada siswa hendaknya dia memeprhatikan kemungkinan-kemungkinan yang tak terduga yang akan dimungkinkan mucul oleh siswanya sebagai reaksi atas sanksi yang diberikan.
Satu hal yang tidak dapat dihindari oleh srtiap guru adalah membagun pola simbiosis mutualisme. Dengan demikian seorang guru selayaknya tidak memosisikan dirinya secara ekslusif. Sayangnya sikap ekslusif semacam ini masih banyak dilakukan oleh para guru. Mereka berasumsi bahwa mengajar adalah profesi. Perisiwa-perisiwa yang terjadi diluar kelas seringkali diabaikan bergitu saja bahkan menganggap hal tersebut menjadi tanggung jawab orang tua siswa masing-masing.
Kesedaran untuk membuang ekslusif ini memang harus dikedepankan oleh setiap guru. Mengapa ? alasannya cukup sederhana “keika seorang guru tidak mampu menegaskan pola hubungannya dengan para siswanya, berarti dia telah gagal menjalankan tugasnya dalam rangka memenuhi harapa-harapan anak didiknya” ketika seorag guru tidak mampu memenuhi harapan para anak didikya berarti dia harus bekerja keras ketika menghadapi pemberonakan yang dilakukan oleh para siswa tersebut.
Dalam berbagai kursus atau pelatihan yang ditujukan bagi calon guru dan guru sering kali hanya  menekankan teori-teori untuk mempengaruhi kinerja para siswanya, hal ini hanya akan menyentuh kulit bagian luar pendidikan itu sendiri. Pentingnya pengajaran teori memang tidak dapat disangkal. Bagaimanapun teori-teori pendidikan yang ada selama ini telah melalui uji coba yang tidak hanya membuuhkan satu atau dua tahun. Akan tetapi, yang lebih penting dari itu adalah kemampuan seorang guru untuk menemukan posisi dimana dia  bisa menggunakan kekuatan utuk memepegaharui proses belajar mengajar yang berbasis pada pendekata emosional.
Proses interaksi antara guru dengan murid didalam kelas tentuya tidak berbeda dengan interaksi sosial dalam arti yang luas. Didalam kelas kemampuan guru dalam berkomunikasi secara verbal bukalah satu-satunya cara yang ampuh untuk membangu suasana belajar mengajar yang efektif. Bagi sebagian guru cara-cara semacam ini (verbal) sering kali menemukan kegagalan ketika mencoba menerapkan saat berbicara didepan murid. Ketika seorang guru merasa jegkel dengan ulah muridnya da dia hanya menunjukkan perasaannya dengan bahasa tubuh, maka akan sanga kecil kemungkinan para murid akan memahami simbol –simbol yang disampiakan oleh guru tersebut. Oleh karena itu guru juga harus lincah mengguakan bahasa non verbal ini secara spesifik. Pengguaa bahasa nonverbal  yang hanya menampilkan kesan-kesan  tentu akan medapa interferensi yang beraneka ragam dari siswa, misalya : ketika suasaa kelas sangat gaduh kemudian guru hanya berdiri didepan kelas dengan sikap diam. Hal ini bisa bisa saja ditafsirkan bahwa dia memberikan izin kepada para siswanya untuk terus membuat kegaduhan. Sebagai akibatnya proses belajar mengajar tidak akan terlaksana dengan efektif.
Keberhasilan atau kegagala dari seiap pelajaran akan bergaung pada keterampilan komunikasi yang dimiliki oleh seorag guru. Diakui atau tidak keterampilan berkomunikasi harus mejadi bagian otoritas seorang guru. Keterampilan komunikasi termasuk komunikasi non verbal aka memudahlan seseorang untuk memahami situasi yang sedang berjalan. Jika ada masalah maka dia akan bisa segera mencari solusi.
Kemampua untuk melakukan komunikasi persuasif dapat memberikan konribusi besar bagi keberhasilan proses belajara mengajar. Akan tetapi, keberhasilan itu juga sangat bergantung pada teknik yang digunakan oleh guru. Pembicaraan yang efekif cendrug mengedepan ide-ide disertai dengan penekanan penekanan dalam gerak tubuh.tujuanya adalah memudahkan pendega unuk merespon ide-ide tersebut denga cepat. Dengan kaa lain, teknik menyampiakan gagasan yag persuasif akan membangun kesan dalam benak pedengar, seklaipun kata-kata yang disampiakan tidak cukup banyak.
Disisi lain tingkat tingkat efektifitas penyampaian gagasan juga tergantung pada jumlah siswa. Keika jumlah siswa mencapai angka lebih dari 30 siswa seringkali aka merepotka guru. Seorang guru harus bisa mengenal karakter kelas dan para siswanya secara meyeluruh. Fakor ini dapat membanu para guru ketika mereka ingi menyampaika pelajara secara efektif, wibawa seorang guru aka hilang ketika dia tiak mampu mengaur perilaku-perilaku mengganggu yang terjadi selama jam pelakajaran. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah melakukan observasi terhadap metode metode yang telah dilakukan oleh para guru senior. Observasi bisa dilakuka denga berdiskusi. Sorang guru tidak bisa secara lagsungh menapik bahwa kadang kadang ada siswa yang menyukai pelajaran yang disampaikan oleh seorag guru tersebu serig tampil lucu didalam kelas. Sebaliknya tidak sedikit siswa yang membenci suatu pelajara bukan karena pelajaran tersebut sulit dimengeri oleh mereka, tetapi karena sikap dan teknik yang digunakan guru tidak memperhaikan aspek aspek psikologis para siswa.
Setipa sekolah tentu memiliki karakter yang unuik dan berbeda. Kita tidak bisa menapik bahwa sampai saat ini masih banyak masyarakat yang membedakan profil sekolah. Adalah sekolah yang diaggap sebagais sarang anak nakal. Ada pula sekolah yang dianggap bayak menghasilkan lulusan berprestasi. Bagi para guru kenyataan ini menjaid sebuah tantangan bagai mana mereka bisa menaklukkan para siswanya agar tidak bayak berbuat ulah. Para guru harus membangun hubungan yang hangat dengan para siswanya. Dari sana guru bisa meyampaikan pesan-pesan yang pada akhirya dapat diterima oleh para siswaya. Bagaimanapun juga anak-nak didik masih memiliki pengeahuan yang terbatas. Tiap anak memiliki cara belajar yang berbeda. Sebagian guru mungkin tidak menyadari bahwa para siswanya akan meniru perilaku sang guru.

Theme images by MichaelJay. Powered by Blogger.

Index berita

close
Like Facebook IDsalim.com untuk mendapatkan INFO terupdate